Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita UtamaUnila

Unila Usung Tema “Unila Be Strong” pada Dies Natalis ke-58

47
×

Unila Usung Tema “Unila Be Strong” pada Dies Natalis ke-58

Sebarkan artikel ini

BANDARLAMPUNG – Sivitas akademika Universitas Lampung (Unila) mengikuti kegiatan Rapat Luar Biasa Senat Universitas Lampung dalam rangka dies natalis ke-58, di GSG Unila, Sabtu, (23/9/23).

Kegiatan ini merupakan kegiatan puncak dari perayaan hari jadi Unila ke-58 dengan tema “Unila Be Strong: Momentum Peningkatan Tata Kelola dan Pencapaian IKU Universitas Lampung”.
Example 300×600

Rektor Unila Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., IPM, ASEAN Eng., dalam pidatonya mengatakan, tema tersebut merefleksikan keberanian, ketekunan, dan dedikasi tinggi Unila dalam merespons situasi yang penuh dinamika. Dia juga memahami setiap peristiwa bisa menjadi titik balik untuk sebuah transformasi.

Tagline ‘Be Strong‘ memancarkan dedikasi Unila untuk menciptakan generasi terbaik dengan mengusung prinsip sebagai center of excellence di tingkat nasional dan internasional sebagai institusi yang kuat, berlandaskan nilai-nilai luhur budaya nasional dan Pancasila.

Frasa ‘Momentum Peningkatan Tata Kelola’ mencerminkan Unila memiliki tanggung jawab besar untuk selalu memastikan tata kelola yang diterapkan mencerminkan standar tertinggi dalam pendidikan dan administrasi.

Sementara frasa ‘Pencapaian IKU’ menggambarkan prestasi dan capaian yang mampu menegaskan posisi Unila sebagai salah satu perguruan tinggi terkemuka di Indonesia melalui implementasi IKU.

Prof. Lusmeilia kemudian dengan bangga membagikan beberapa prestasi yang Unila capai sejauh ini. Prestasi ini menjadi simbol keberhasilan kolektif Unila dan mengukuhkan posisi diri di peta pendidikan tinggi Indonesia, serta bukti nyata bahwa Unila berada di jalur yang tepat, melihat ke depan.

Adapun prestasi yang disampaikan, salah satunya realisasi hibah lahan seluas 150 hektare di Kotabaru, hasil sinergi dengan kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Lampung.

Secara khusus, ia memberikan apresiasi kepada para rektor terdahulu atas dedikasi dan perjuangan mereka dalam mewujudkan visi perluasan kampus Unila.

Atas pencapaian ini semua, rektor perempuan pertama Unila ini mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang menaruh perhatian sangat besar bagi kemajuan Unila. Ia mengajak semua berpegang teguh dengan semangat untuk menjadi kuat ‘Be Strong‘.

“Mari kita bersatu, bersinergi, dan berkolaborasi, sambil terus menggali potensi terbaik yang kita miliki. Dengan kekuatan dan keteguhan hati, kita akan menjadikan Unila sebagai lambang keunggulan ilmu pengetahuan, tidak hanya di tanah air tetapi juga di kancah internasional. Bersama, tidak ada hal yang tak mungkin,” tukas Prof. Lusmeilia optimistis.

Gubernur Lampung Arinal Djunaidi yang hadir dan memberikan sambutan mengatakan, keberadaan Unila yang telah berusia 58 tahun dimaknai dengan harapan masyarakat Lampung agar Unila mewujudkan sumber daya manusia berkualitas, serta bisa berkontribusi terhadap penguatan kebijakan pemerintah maupun pemerintah daerah. Kepada sivitas akademika Unila, ia meminta agar dapat menjaga nama baik kampus tercinta.

Alumni fakultas pertanian ini juga mengungkapkan rasa bangga karena menerima penghargaan Wira Utama Bakti Unila, yakni sebagai alumni membanggakan dan dapat menjadi contoh alumni yang berhasil menjadi pemimpin. Penghargaan diberikan Rektor Unila pada momen spesial itu.

Peringatan dies natalis tahun ini juga menjadi perayaan yang tidak akan terlupakan bagi keluarga besar Unila. Bertepatan dengan hari jadi ini, Unila diselimuti duka yang mendalam karena telah ditinggalkan the founding father sekaligus rektor pertama Unila Prof. Dr. Ir. Sitanala Arsyad, ke haribaan Allah subhanahu wa taala.

Sebelum dimakamkan, jenazah Prof. Sitanala sempat disemayamkan di GSG diiringi doa dan salawat dari sivitas akademika Unila yang turut memberikan penghormatan terakhirnya dan melepas dengan ikhlas kepergian sosok penuh dedikasi untuk kemajuan Unila itu. Pelepasan jenazah secara resmi dipimpin Rektor Unila didampingi Gubernur Lampung dan jajaran pimpinan yang hadir.

Agenda puncak dies natalis turut diisi dengan penyampaian orasi berjudul “Green Finance dan Energi Berkelanjutan untuk Membangun Ekonomi yang Rendah Karbon” oleh Prof. Dr. Sri Hasnawati, S.E., M.M.

Kemudian dilakukan pula penyerahan penghargaan bagi alumni dan purnabakti terbaik, penyerahan daftar nama purnabakti Unila kepada ketua IKPA, serta pengumuman pemenang berbagai lomba yang diadakan sebagai rangkaian kegiatan Dies Natalis ke-58 Unila. (*)