Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
BeritaBerita UtamaPendidikan

Rektor Unila Terima Kunjungan Tim PPDS FK Unila-RSUDAM

57
×

Rektor Unila Terima Kunjungan Tim PPDS FK Unila-RSUDAM

Sebarkan artikel ini

BINEKANEWS.COM, BANDARLAMPUNG – Rektor Universitas Lampung Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., IPM., menerima audiensi tim penyelenggara Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di ruang rapat senat lantai dua rektorat, Jum’at, 17 Februari 2023.

Tim PPDS terdiri dari para dokter dan pimpinan di Fakultas Kedokteran (FK) Unila dan Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM).

Adapun tim dipimpin langsung Direktur (RSUDAM) Provinsi Lampung Dr. Lukman Pura, Sp.PD., K-GH., M.H.S.M., dan Dekan FK Unila Prof. Dr. Dyah Wulan Sumekar RW, SKM, M. Kes.

Audiensi itu dalam rangka membahas progres pengembangan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) Provinsi Lampung.

Kehadiran rombongan diterima langsung Rektor Unila Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., IPM., didampingi Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Rudy, S.H., LL.M., LL.D., Ketua LP3M Prof. Dr. Ir. Wan Abbas Zakaria, M. S.

Dalam pertemuan itu dr. Lukman Pura mengatakan, terdapat potensi dan peran yang bisa dimaksimalkan dalam kerja sama antara RSUD Abdul Moeloek dan Unila, baik dari pelayanan kesehatan maupun wahana pendidikan.

Ia mengatakan, melalui kerjasama yang dibangun antara keduanya, akan muncul akselerasi dalam menghasilkan mutu lulusan dengan mewujudkan program PPDS. Hal ini didukung dari kesiapan tim dan momentum pergantian pimpinan.

“Bisa dibuka tahun ini, dibuka belum tentu diterima, karena ada proses di dalamnya”, ujarnya.

dr. Lukman menuturkan, salah satu lokus adalah menjaga mutu lulusan dengan terus melakukan sejumlah akselerasi dalam menjaga mutu lulusan, sehingga RSUD Abdul Moeloek dan Fakultas Kedokteran Unila dapat terus menjaga kualitas yang ada.

Sependapat dengan hal itu, Prof. Lusmeilia juga menyampaikan dukungan Unila dalam berbagai kesempatan untuk mewujudkan program pendirian program pendidikan dokter spesialis. (*)