Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Unila

Unila Perkuat Kerja Sama Pendidikan Sains Melalui Penandatanganan MoA dan IA LUPIC

2
×

Unila Perkuat Kerja Sama Pendidikan Sains Melalui Penandatanganan MoA dan IA LUPIC

Sebarkan artikel ini

Bandar Lampung – Universitas Lampung (Unila) memperkuat kerja sama pendidikan sains melalui penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) dan Implementation Agreement (IA) dalam rangkaian program Leading University Project for International Cooperation (LUPIC), Jumat, 28 Agustus 2026, di Aula A Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unila.

Penandatanganan MoA dilakukan oleh Direktur Program LUPIC, Prof. Won Koo Lee, dari Sogang University, seoul Korea Selatan, dan Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kerja Sama FKIP Unila, Dr. Riswandi, M.Pd. Kesepakatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat implementasi kerja sama dalam bidang pendidikan sains dan pengembangan kapasitas pendidik.

Rangkaian penandatanganan dilanjutkan dengan IA antara Dr. Riswandi, M.Pd., dan Prof. Won Koo Lee. IA juga ditandatangani antara Koordinator Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Unila, Dr. M. Setyarini, M.Si., dan perwakilan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Kimia dari sejumlah kabupaten/kota di Provinsi Lampung.

Dalam pelaksanaan program LUPIC di Unila, Program Studi Pendidikan Kimia, Jurusan Pendidikan MIPA, FKIP Unila menjadi perwakilan Unila dalam kegiatan yang melibatkan Sogang University, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), dan MGMP Kimia Provinsi Lampung.

LUPIC merupakan program kerja sama yang melibatkan Sogang University dan UPI bersama perguruan tinggi mitra.

Program tersebut berfokus pada penguatan pendidikan kimia dan sains, pengembangan kompetensi calon guru, serta peningkatan kapasitas guru melalui pendidikan dan pelatihan.

Program ini juga mencakup pengembangan pendidikan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) serta pemanfaatan teknologi dan fasilitas pembelajaran.

Prof. Won Koo Lee menekankan, kolaborasi antarlembaga menjadi bagian penting dalam memperluas pengembangan pendidikan sains dan inovasi pembelajaran.

“Kolaborasi antara perguruan tinggi, guru, sekolah, dan berbagai mitra pendidikan menjadi bagian penting dalam pengembangan inovasi pembelajaran.

Melalui kolaborasi tersebut, FABLAB dapat dimanfaatkan sebagai ruang bersama untuk mengembangkan gagasan dan pembelajaran sains yang relevan,” ujarnya.

Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak dalam program pendidikan sains dapat membuka ruang untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, dan praktik pembelajaran.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memberikan dampak yang lebih luas terhadap pengembangan kapasitas pendidik.

Penandatanganan MoA dan IA menjadi langkah untuk memperkuat implementasi kerja sama antara Unila dan para mitra dalam pengembangan pendidikan sains.

Kesepakatan tersebut menjadi landasan bagi pelaksanaan berbagai kegiatan kolaboratif di bidang pendidikan sains dan kimia, termasuk pengembangan pembelajaran serta peningkatan kapasitas pendidik.

Dalam implementasinya, kerja sama tersebut juga mendukung pemanfaatan Fabrication Laboratory (FABLAB) EDUNILA sebagai ruang kolaborasi bagi dosen, mahasiswa, guru, dan mitra pendidikan.

Fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan pembelajaran sains berbasis praktik serta pengembangan inovasi pembelajaran.

Melalui kerja sama tersebut, dosen, mahasiswa, guru, dan mitra pendidikan memiliki ruang untuk terlibat dalam berbagai kegiatan pengembangan pendidikan sains.

Kolaborasi ini sejalan dengan tujuan LUPIC dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan sains dan kompetensi pendidik.

Ke depan, implementasi kerja sama diharapkan dapat terus dikembangkan melalui berbagai program kolaboratif di bidang pendidikan sains dan kimia.

Langkah tersebut sekaligus memperkuat jejaring Unila dengan perguruan tinggi dan mitra pendidikan dalam mendukung peningkatan kualitas pembelajaran dan kompetensi pendidik. (*)