Bandar Lampung – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung (Unila) meresmikan FABLAB Edunila pada Jumat, 28 Agustus 2026. Peresmian ini menjadi salah satu langkah dalam mendukung inovasi dan kreativitas mahasiswa, khususnya dalam pemanfaatan teknologi 3D printing sebagai media pembelajaran kimia.
Keberadaan FABLAB Edunila, merupakan buah dari kerjasama antara Program LUPIC, Sogang University South Korea, UPI, dan Unila.
Kegiatan peresmian dihadiri langsung oleh Directur Program LUPIC, Prof. Won Koo Lee dari Sogang University, Koordinator Program LUPIC bagian barat, Prof. Dr. H. Asep Kadarohman, M.Si., dari UPI, Dekan FKIP Dr. Albet Maydiantoro, M.Pd., Koordinator Program Studi Pendidikan Kimia Dr. Marina Setyarini, M.Si., sebagai delegasi Program LUPIC Unila, beserta jajaran dan beberapa perwakilan mahasiswa Pendidikan Kimia.
Prosesi peresmian dilakukan melalui pemotongan pita oleh Prof. Won Koo Lee yang didampingi oleh Prof. Dr. H. Asep Kadarohman, M.Si. dan jajaran pimpinan FKIP serta Program Studi Pendidikan Kimia. Pemotongan pita tersebut menandai dibukanya FABLAB EduNila sebagai ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan berbagai inovasi berbasis teknologi.
Setelah prosesi peresmian, mahasiswa Pendidikan Kimia memperkenalkan sejumlah hasil *3D printing* yang telah dibuat kepada Prof. Won Koo Lee dan Prof. Dr. H. Asep Kadarohman, M.Si. Salah satu produk yang diperkenalkan adalah Molymod, yaitu media pembelajaran yang dikembangkan untuk membantu mahasiswa dalam memahami bentuk dan struktur molekul secara lebih konkret.
Prof. Dr. H. Asep Kadarohman, M.Si. menjelaskan bahwa Molymot masih dalam tahap pengembangan. Pengembangan tersebut dilakukan agar produk dapat digunakan secara lebih optimal dalam pembelajaran serta membantu mengurangi kemungkinan terjadinya miskonsepsi pada mahasiswa dalam memahami konsep bentuk molekul.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan melihat secara langsung proses pembuatan produk menggunakan perangkat 3D printing yang terdapat di FABLAB EduNila.
Pada kesempatan tersebut, Prof. Asep turut memberikan wawasan kepada mahasiswa mengenai FABLAB yang terdapat di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).
Beliau juga menyampaikan informasi mengenai rencana adanya kompetisi yang berkaitan dengan FABLAB, sehingga mahasiswa diharapkan dapat terdorong untuk terus menghasilkan karya dan mengembangkan kreativitasnya.
Interaksi menarik juga terjadi ketika Prof. Won Koo Lee menyusun Molymod yang telah dibuat oleh mahasiswa. Beliau kemudian mengajak mahasiswa yang berada di dalam laboratorium untuk menebak bentuk senyawa berdasarkan susunan Molymod tersebut.
Kegiatan ini menunjukkan bahwa pemanfaatan 3D printing dapat menjadi sarana untuk menghubungkan teknologi dengan pembelajaran konsep kimia secara langsung dan interaktif.
Peresmian FABLAB EduNila kemudian ditutup dengan foto bersama antara Prof. Won Koo Lee, Prof. Dr. H. Asep Kadarohman, M.Si., jajaran FKIP dan Program Studi Pendidikan Kimia, serta mahasiswa yang hadir.
Melalui peresmian FABLAB EduNila, diharapkan fasilitas tersebut dapat menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan teknologi, kreativitas, dan inovasi dalam menciptakan media pembelajaran kimia yang lebih konkret, menarik, dan sesuai dengan kebutuhan pembelajaran. (*)







