Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Unila

Mahasiswa Unila Top 10 Trailblazer Google Student Ambassador 2026 dari 81.000 Pendaftar

8
×

Mahasiswa Unila Top 10 Trailblazer Google Student Ambassador 2026 dari 81.000 Pendaftar

Sebarkan artikel ini

Jakarta – Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Lampung (Unila), Aidah Ike Indriani berhasil menorehkan prestasi pada ajang Google Student Ambassador (GSA) 2026 dengan meraih posisi Top 10 Trailblazer Google Student Ambassador 2026. Pencapaian tersebut menjadi jenjang tertinggi dalam rangkaian program GSA 2026 yang diselenggarakan pada 23–25 Agustus 2026, Thamrin Nine, Jakarta.

GSA merupakan program yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menjadi bagian dari komunitas Google sekaligus menjadi penghubung antara teknologi Google dengan lingkungan mahasiswa.

Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya diperkenalkan pada berbagai teknologi, tetapi juga didorong untuk belajar, berbagi pengetahuan, serta memanfaatkan teknologi secara positif dan bertanggung jawab.

Perjalanan menuju pencapaian tersebut dilalui melalui proses seleksi yang panjang dan kompetitif. Dari lebih dari 81.800 pendaftar di seluruh Indonesia, Aidah berhasil menjadi 2.000 mahasiswa terpilih GSA 2026.

Selanjutnya, Aidah juga berhasil melewati sejumlah tahapan pencapaian, mulai dari Top 500, Top 50, hingga Top 40 proposal terbaik.

Pada tahap proposal, Aidah mengusulkan gagasan seminar mengenai ekosistem Google AI bagi mahasiswa. Gagasan tersebut kemudian memperoleh pendanaan penuh sebesar Rp5 juta untuk direalisasikan di Auditorium Fakultas Hukum Universitas Lampung dengan melibatkan mahasiswa di Provinsi Lampung dan mendapat dukungan dari Universitas Lampung.

Gagasan tersebut diwujudkan melalui G.E.N.I.U.S. (The Gemini Nexus for Next-gen Innovation & Unlocking Skills), sebuah seminar dan hands-on experience mengenai ekosistem Google AI.

Kegiatan ini tidak hanya menghadirkan pemaparan materi, tetapi juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk mencoba secara langsung berbagai tools Google AI melalui workflow riset, produktivitas, pembelajaran, hingga kreativitas.

Inisiatif tersebut berangkat dari pengamatannya terhadap semakin dekatnya teknologi kecerdasan buatan dengan kehidupan mahasiswa.

Sebagai mahasiswa hukum, ia merasakan bahwa AI dapat membantu berbagai aktivitas akademik, seperti melakukan riset, mencari referensi, menyusun argumentasi, dan mempersiapkan presentasi. Namun, pemanfaatan tersebut perlu dilakukan secara tepat dan bertanggung jawab.

“Bagi saya, GSA bukan sekadar predikat atau duta Google saja, tetapi sebuah kesempatan untuk learn, share, and create impact,” ujar Aidah.

Selain kegiatan di lingkungan kampus, pencapaian sebagai GSA juga memberikan kesempatan bagi Aidah untuk mengikuti rangkaian inaugurasi dan graduation di Google Indonesia secara fully funded.

Dalam kesempatan tersebut, ia bertemu dengan GSA dari berbagai daerah, mengikuti Google Office Tour, serta berdiskusi langsung dengan para Googler di kantor Google Indonesia.

Bagi dirinya, pencapaian sebagai Top 10 Trailblazer bukan sekadar gelar, melainkan bentuk validasi atas proses belajar, berbagi, dan kontribusi yang telah dilakukan selama mengikuti program.

Pengalaman tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa mahasiswa memiliki ruang untuk menciptakan dampak, termasuk dengan memulai dari lingkungan kampusnya sendiri.

“Teknologi hanyalah alat. Dampaknya bergantung pada bagaimana kita menggunakannya. Sebagai mahasiswa pun kita bisa memulai dari masalah yang ada di sekitar kita dan mencari solusi yang sederhana tetapi nyata,” ungkap Aidah.

Ia juga mengajak mahasiswa Unila untuk tidak menunggu hingga merasa benar-benar siap sebelum mengambil kesempatan.

Menurutnya, keberanian untuk mencoba dan memulai dari hal-hal sederhana dapat menjadi langkah awal untuk menciptakan keberdampakan.

“Kesempatan tidak selalu datang ketika kita sudah siap, tetapi kita menjadi siap karena berani mengambil kesempatan tersebut,” pesannya.

Unila terus mendukung mahasiswa untuk berani mengambil kesempatan, berkarya, dan memberikan dampak. Prestasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa Unila lainnya untuk terus belajar, berinovasi, dan memanfaatkan teknologi secara positif. (*)