Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
BeritaBerita UtamaPringsewu

Sakit Kambuh Mendadak, Pengendara Sepeda Motor Alami Kejang-Kejang dan Meninggal Dunia

69
×

Sakit Kambuh Mendadak, Pengendara Sepeda Motor Alami Kejang-Kejang dan Meninggal Dunia

Sebarkan artikel ini

PRINGSEWU – Diduga sakit yang dideritanya kambuh, seorang pengendara sepeda motor mengalami kejang-kejang dan meninggal dunia. Peristiwa ini terjadi di jalan raya Pekon Gumuk Mas, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pringsewu, pada Selasa sore (10/10/2023).

Kapolsek Pagelaran Iptu Hasbulloh saat dikonfirmasi awak media membenarkan peristiwa tersebut.

Menurut Kapolsek peritiwa tersebut terjadi pada Selasa sore sekira pukul 17.00 Wib. Korban diketahui bernama Heli Susanto, usia 45 tahun, warga Pekon Way Jaha, Kecamatan Pugung, Kabupaten Tanggamus.

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, kata Kapolsek, korban terlihat mengendari sepeda motor dari arah pugung menuju Pringsewu. Saat melintas di Simpang SMPN 1 Pagelaran, Korban menghentikan kendaraannya dipinggir jalan lalu terlihat turun dan duduk didekat sepeda motornya.

Sesaat kemudian korban terlihat kejang-kejang. Warga sekitar yang melihat langsung mendekati dan berupaya menolong. Lantaran korban terus kejang, warga kemudian membawa korban ke RSUD Pringsewu.

“Namun nahas, tak lama setelah tiba di Rumah sakit, korban dinyatakan sudah tidak bernyawa,” ujar Kapolsek Pagelaran Pada Selasa (10/10/2023) malam.

Kapolsek menambahkan, berdasarkan keterangan keluarga korban, saat kejadian itu, korban hendak menuju Pekon Padangrejo, Kecamatan Pagelaran dengan tujuan menghadiri undangan pernikahan.

Masih menurut keterangan keluarganya, Korban memiliki riwayat penyakit infeksi usus. Penyakitnya tersebut kerap kambuh dan sudah beberapa kali berobat di Rumah Sakit namun penyakit yang deritanya itu belum juga sembuh.

“Berdasarkan keterangan pihak medis dan dikuatkan keterangan keluarga korban Kami menduga penyebab meninggalnya korban murni karena sakit yang deritanya kambuh,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, pihak keluarga korban sudah menerima musibah tersebut dan menolak dilakukan proses otopsi. Untuk itu jenazah korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk dilakukan proses pemakaman.

“Adanya kejadian ini, kami menyampaikan ucapan duka cita dan mendoakan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kesabaran dalam menghadapi musibah ini.” Tandasnya (rul)