Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
BeritaBerita UtamaPendidikan

Mahasiswa Unila Terbitkan Jurnal Sinta 4 Tahun 2023

61
×

Mahasiswa Unila Terbitkan Jurnal Sinta 4 Tahun 2023

Sebarkan artikel ini

BANDARLAMPUNG – Mahasiswa program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Lampung (Unila), Elisa Fitri berhasil menerbitkan jurnal Sinta 4 pada tahun 2023.

Elisa merupakan salah satu penerima beasiswa melalui Program Penerimaan Mahasiswa Baru Perluasan Akses Pendidikan (PMPAP) di Unila.

PMPAP merupakan program seleksi penerimaan mahasiswa baru yang diselenggarakan Simanila Unila. Program ini bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada calon mahasiswa prasejahtera.

Meskipun berasal dari keluarga dengan latar belakang ekonomi menengah ke bawah, Elisa tetap semangat untuk melanjutkan pendidikannya di tingkat universitas. Ia pun aktif mencari informasi mengenai beasiswa.

“Alhamdulillah setelah mengikuti prosesnya, saya diterima di beberapa universitas dan memilih untuk melanjutkan pendidikan di Universitas Lampung melalui jalur PMPAP,” ujar Elisa.

Mahasiswa angkatan 2020 ini merasa bersyukur atas kesempatan ini dan menyadari betapa besar pengaruh beasiswa tersebut dalam perjalanan pendidikannya.

Bagi Elisa, beasiswa ini meringankan beban keuangan orang tua dan memungkinkannya untuk lebih fokus dalam menempuh pendidikan tanpa harus terbebani biaya UKT setiap semester.

Sebagai mahasiswa, Elisa ikut berpartisipasi dalam penulisan jurnal berjudul “Tindak Tutur Direktif dalam Cerpen Bertemu Itu Kesempatan, Bersama Itu Pilihan” karya Andrei Budiman”. Elisa mengerjakan penelitian ini bersama tiga teman sekelasnya, yaitu Dian Puspita Sari, Della Eka Putri, dan Rahmat Prayogi.

Tujuan utama penelitian ini yaitu untuk menggambarkan berbagai bentuk tindak tutur yang terdapat dalam cerpen tersebut menggunakan metode analisis kualitatif. Data yang digunakan meliputi ujaran-ujaran atau dialog yang ada dalam cerpen tersebut.

“Saya berharap jurnal ini dapat menjadi referensi bagi penulis selanjutnya mengenai tindak tutur direktif dan memberikan manfaat bagi pembaca,” kata Elisa.

Minat Elisa dalam dunia tulis-menulis dimulai dari cara pandangnya terhadap arti sebuah tulisan. Baginya, tulisan bukan sekadar perkataan yang ditulis di kertas, melainkan memiliki banyak nilai di dalamnya, termasuk nilai seni.

Melalui tulisan, seseorang dapat menghibur dan terhibur, serta menyampaikan pesan melalui karya-karya. Hal ini memicu rasa penasaran Elisa untuk mempelajari bahasa dan sastra Indonesia.

Dia ingin mengajak anak muda dan teman-teman mahasiswa untuk menyukai bahasa dan sastra. “Pada dasarnya, rasa suka akan memacu semangat, dan dengan semangat, mimpi-mimpi kita akan terlihat lebih jelas,” kata Elisa dengan penuh keyakinan.

Elisa berharap pengalamannya dapat menginspirasi dan memberikan manfaat bagi orang lain, terutama dalam bidang tulis-menulis dan pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia.*