Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Unila

Perpustakaan Unila Ajak Generasi Muda Kenal Buku Lewat Kreativitas Book Face Photography

6
×

Perpustakaan Unila Ajak Generasi Muda Kenal Buku Lewat Kreativitas Book Face Photography

Sebarkan artikel ini

Bandar Lampung –  Perpustakaan tidak selalu harus identik dengan suasana hening, deretan rak buku, dan aktivitas membaca. Melalui berbagai kegiatan kreatif, UPA Perpustakaan Universitas Lampung (Unila) berupaya menghadirkan ruang yang lebih menyenangkan dan terbuka bagi semua kalangan, khususnya generasi muda.

Salah satunya diwujudkan melalui lomba Book Face Photography yang menjadi bagian dari rangkaian Library Expo Universitas Lampung 2026. Kompetisi yang berlangsung pada 12 hingga 26 Oktober 2026 ini mengajak pelajar SMA sederajat hingga mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Lampung untuk mengenal buku melalui pendekatan fotografi yang kreatif dan estetik.

Dalam lomba ini, peserta ditantang memadukan sampul buku dengan wajah atau bagian tubuh seseorang hingga menghasilkan ilusi visual yang menarik. Tidak hanya mengandalkan kemampuan fotografi, peserta juga dituntut memiliki kreativitas dalam menentukan konsep, komposisi, serta pesan yang ingin disampaikan melalui karyanya.

Kepala UPA Perpustakaan Unila, Baizoni, S.T., M.T., menyampaikan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya menjadikan perpustakaan sebagai pusat pengetahuan sekaligus ruang rekreasi yang dapat dinikmati berbagai kalangan.

“Sekarang perpustakaan jangan hanya dikenal sebagai tempat untuk membaca atau meminjam buku. Kami ingin ada banyak kegiatan lain yang bisa dilakukan di sini, termasuk seni dan kegiatan kreatif. Jadi, siapa pun bisa datang dan merasa nyaman berada di perpustakaan,” ujarnya saat pengumuman pemenang pada 29 Oktober 2026.

Menurutnya, berbagai agenda dalam Library Expo diharapkan dapat mengubah pandangan masyarakat, terutama anak muda, bahwa perpustakaan bukan tempat yang membatasi aktivitas pengunjung. Justru, perpustakaan perlu menjadi ruang yang memberi kesempatan kepada siapa saja untuk belajar, berekspresi, dan mengembangkan potensi.

“Kami berharap setelah Library Expo selesai, perpustakaan tetap ramai dikunjungi. Jangan sampai keramaiannya hanya saat ada acara. Kami ingin kegiatan seperti ini bisa membuat orang semakin tertarik datang dan menemukan banyak hal menarik di perpustakaan,” tambah Baizoni.

Penilaian lomba meliputi kesesuaian dan presisi penyelarasan sampul buku dengan objek foto, kreativitas dan konsep, kualitas teknis fotografi, kesesuaian tema dan caption, serta jumlah tanda suka (like) pada karya yang diunggah.

Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, Salsabila Aminatuz Zahrah meraih juara pertama dengan skor akhir 91,5. Posisi kedua diraih Adhelia Putry Prihadi dengan skor 82,0, sedangkan Farel Rafa Fajriansyah menempati posisi ketiga dengan skor 80,0. (*)