Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Unila

Bedah Buku ‘Tradisi Musik Orang Lampung’

138
×

Bedah Buku ‘Tradisi Musik Orang Lampung’

Sebarkan artikel ini

BANDAR LAMPUNG – Gedung Dewan Kesenian Lampung (DKL) menjadi saksi acara bedah buku yang meriah dan penuh semangat.

Kegiatan yang berlangsung Minggu, 24 September 2023 ini menyoroti buku berjudul “Tradisi Musik Orang Lampung” yang ditulis Dr. Riyan Hidayatullah, M.Pd., dan diterbitkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Bedah buku dihadiri berbagai kalangan, termasuk dosen, mahasiswa, praktisi musik tradisional Lampung, pemerhati budaya dan musik, perwakilan Kantor Bahasa Provinsi Lampung, perwakilan Dewan Kesenian Lampung Timur, serta perwakilan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung.

Kegiatan ini dimoderatori dosen dari Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP Unila Dr. I Wayan Ardi Sumarta, M.Pd.

Turut hadir dua pemantik diskusi berpengalaman, yaitu R. Harry W. Jayaningrat dan Syahril Yamin (Mamak Lil). Kedua pemantik diskusi tersebut merupakan praktisi musik sekaligus pemerhati budaya Lampung selama lebih dari 30 tahun.

Selain itu, Ketua Umum Dewan Kesenian Lampung Prof. Dr. Satria Bangsawan, S.E., M.Si., Sekretaris Umum Bagus S. Pribadi, serta Ketua Komite Musik Drs. Agus Salim juga turut hadir pada acara bedah buku yang dimulai pukul 09.30 WIB hingga 13.00 WIB.

Pada kegiatan itu para hadirin mendiskusikan buku “Tradisi Musik Orang Lampung” yang membahas berbagai aspek kehidupan masyarakat Lampung.

Aspek yang dibahas meliputi bidang musik seperti praktik sosial dalam bermusik, klasifikasi alat musik, konteks sejarah musik Lampung, serta peran musik dalam kehidupan masyarakat Lampung.

Ardilla, perwakilan Perpustakaan Daerah Provinsi Lampung mengatakan, penulis buku ini sangat menginspirasi banyak akademisi yang hadir, termasuk dirinya.

Prof. Satria Bangsawan mengungkapkan, bedah buku merupakan suatu kegiatan yang sangat baik karena buku adalah gerbang ilmu pengetahuan. Ia berharap, banyak generasi muda yang dapat meniru jejak penulis. (*)